seringkali kita mendengar kalimat 'apalah dayaku yg tidak ada apa-apa nya ini' sebenarnya itu sama artinya dengan membatasi diri kita sendiri, mungkin ada beberapa orang yg menggunakan kata tersebut sebagai power dan spirit tersendiri, tapi pada dasarnya kalimat tersebut sebetulnya hanya menghambat, ingat, ucapan adalah doa, maka ketika kalian mempercayai diri sendiri bahwa kalian tidak bisa, maka hal yang terjadi selanjutnya adalah kegagalan.
sugesti sangatlah mempengaruhi keberhasilan kita, karena dengan sugesti power yang kita hasilkan lebih kuat dan lebih besar, percayalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin didunia ini dengan kehendak tuhan, kita masih selalu bisa melangkah menuju kedepan.
hidup bukanlah hanya sekedar menunggu kematian dengan ditemani kesenangan, tapi hidup hanya untuk sukses dunia dan akhirat, dengan banyak hal yang harus kita korbankan demi kesuksesan kita tersebut, so lets get our dream.
ingatlah bahwa merealisasikan kata 'bisa' bukan hanya dengan sekedar teori dan teori tapi merealisasikannya dengan usaha nyata, bukan hanya dengan sekedar berpikir sejenak kemudian besok nya lupa lagi, tapi dengan selalu berpikir bahwa masih ada harapan untuk maju kedepan, sukses tidak hanya membutuhkan semangat kita, tapi sukses juga memerlukan giat, tekad, dan keberanian kita untuk melangkah.
oke, kali ini kita akan membahas tentang realita kehidupan masyarakat disekitar kita. tanpa kita sadari masih banyak masyarakat disekitar kita yang memiliki kekurangan, inilah realita yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, namun apakah kita tersadar bahwa mereka semua ADA diantara kita? mereka pula adalah salah satu bagian dari kemsayarakatan kita, but why?? diantara kita semua masih banyak yang belum menyadari bahwa mereka ada. oke, kali ini saya sendiri akan memberikan sebuah puisi yang dibuat sebagai duka cita akan relita kehidupan masyarakat sekitar kita. a poem from, mr.muklis puna ANAK JALANAN Muklis Puna anak jalanan berkubang derita hidup melata di balik semak belantara kota merebah di bawah tumpukan besi berpasir menggantung berselimut koran bertuliskan pesta pora pemimpin negeri menjaja diri pada angin malam dari utara anak jalanan tak berkerabat merambat di hutan kota menulis kisah hidup pada dinding berwarna kelam mengadu nasib pada bulan sabit di a...
Postingan yang bagus dan bermanfaat. Namun, kakak beri saran terkait penulisannya perlu dirapihkan kembali. :)
BalasHapus