Tentu rangakaian kata ini sudah tidak asing bagi kalian, tapi apakah kalian tau bagaimana satu mahfudzot simple ini dapat menyihir siapapun yang benar-benar menanamkan kalimat man jadda wajada menjadi seorang yg memiliki cita-cita yang tangguh, bahkan terkadang hanya karena kalimat ini pula seseorang bisa sampai berusaha mati-matian demi mimpinya hingga drop.
Satu kalimat ini pula yang terkadang diabaikan oleh orang-orang tanpa melihat betapa berpengaruhnya 'man jadda wajada' ini.
ingat salah satu novel dari trilogi lima menara? Yang mana satu kalimat ini menjadi acuan bagi para santri untuk terus bersungguh-sungguh, hingga ada satu kutipan dari film hasil adaptasi novel tersebut, 'bukan yang paling tajam, tetapi yang paling bersungguh-sungguh'
Artinya orang yang sukses bukanlah dari kalangan orang-orang paling pintar dan lain-lain, tetapi orang yang paling sukses adalah orang yang bersungguh-sungguh untuk menggapai cita-citanya.
Mari kita tengok ke masa dimana seorang thomas alva edison yang dengan sabarnya terus melakukan percobaan membuat lampu pijar pertama didunia, walaupun dia telah gagal sebanyak 9.955 kali, tapi dia tidak pernah menyerah karena dia percaya dan bersungguh-sungguh untuk menciptakan lampu penerang bagi umat manusia, coba bayangkan apabila dia saat itu berputus asa sekali saja, maka mungkin pada saat ini kita masih terpuruk dengan kegelapan.
ber-putus asa ketika menerima kegagalan bukanlah jalan terbaik, tetapi dengan bangkit kembali dan terus bersungguh-sungguh adalah hal yang terbaik, kita memang yang membuat rencana, tapi ketika tuhan memutuskan, itu adalah hal yang terbaik. Janganlah karena satu kegagalan membuat kita menjadi terpuruk dan putus asa, bangkit, dan ingatlah bahwa allah tidak akan pernah mengkhianati usaha manusia, walau mungkin bukan disaat yang kita inginkan, akan da saatnya dimana usaha dan kesungguhan Kita akan dibalas dengan hal yang jauh lebih baik bagi diri kita.
oke, kali ini kita akan membahas tentang realita kehidupan masyarakat disekitar kita. tanpa kita sadari masih banyak masyarakat disekitar kita yang memiliki kekurangan, inilah realita yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, namun apakah kita tersadar bahwa mereka semua ADA diantara kita? mereka pula adalah salah satu bagian dari kemsayarakatan kita, but why?? diantara kita semua masih banyak yang belum menyadari bahwa mereka ada. oke, kali ini saya sendiri akan memberikan sebuah puisi yang dibuat sebagai duka cita akan relita kehidupan masyarakat sekitar kita. a poem from, mr.muklis puna ANAK JALANAN Muklis Puna anak jalanan berkubang derita hidup melata di balik semak belantara kota merebah di bawah tumpukan besi berpasir menggantung berselimut koran bertuliskan pesta pora pemimpin negeri menjaja diri pada angin malam dari utara anak jalanan tak berkerabat merambat di hutan kota menulis kisah hidup pada dinding berwarna kelam mengadu nasib pada bulan sabit di a...
Komentar
Posting Komentar